Patung Dada Multatuli

Deskripsi

Patung setengah badan yang memvisualkan rupa Eduard Douwes Dekker (Multatuli). Dibuat oleh Hiwaman, perupa asal Yogyakarta, objek ini menampilkan Multatuli mengenakan jas dan dasi kupu-kupu, dengan ekspresi wajah yang tegas menghadap ke kanan. Material dari perunggu, dengan finishing cat berwarna coklat klasik.

Patung ini ditempatkan pada batu marmer berbentuk kotak, dan terdapat inskripsi nama, tanggal lahir, serta tanggal meninggal Multatuli.

Detail Koleksi

K.08.92.R.01/INV.2018

21 Desember 2018

MM.SNR.2018.001.92

18 Desember 2018

Patung dada Multatuli merupakan salah satu koleksi ikonik yang menyambut pengunjung sejak memasuki ruang utama; dimaksudkan sebagai penanda naratif bahwa museum ini bukan sekadar Multatuli sebagai individu, tetapi tentang gagasan perlawanan terhadap ketidakadilan kolonial. Selain itu, patung ini berfungsi sebagai portal reflektif—mengajak pengunjung untuk mempertanyakan siapa yang layak dikenang, bagaimana sejarah ditulis, dan siapa yang sering disisihkan dari narasi resmi?

Detail anatomi dan ekspresi wajah dari objek ini menunjukkan pendekatan realisme, namun dengan intensitas ekspresif yang mengarah pada heroic realism—gaya yang sering digunakan untuk menampilkan tokoh-tokoh besar dengan aura ketegasan dan kebijaksanaan. Busana formal (jas dan dasi kupu-kupu) memperkuat citra intelektual dan moral, menempatkan Multatuli sebagai figur yang serius dan berwibawa. Di samping itu, pose tegak dan pandangan lurus ke depan memberi kesan determinasi dan keberanian moral; seolah-olah ia sedang menentang sistem yang ia kritik.

Gaya patung identik dengan monumen di Eropa abad ke-19 hingga awal abad ke-20, di mana tokoh-tokoh penting diabadikan dalam bentuk patung dada untuk menandai keabadian kontribusi mereka.

Koleksi ini dibuat dari pendanaan hibah yang diberikan Bank Indonesia Perwakilan Daerah Banten. Sejak awal 2018, Museum Multatuli mengajak perupa Himawan dari Yogyakarta untuk mengonsepkan dan membuat objek ini. Pada November 2018, patung dada Multatuli tiba di Rangkasbitung.

Yogyakarta

Rangkasbitung

Abad ke-21 M

2018

Himawan

Hibah

P: 25 L: 65 T: 75

Perunggu

Bukan cagar budaya

Seni rupa

Asli

Utuh, baik

Ruang Pameran Tetap 1

Tags:
Jam Kunjungan

08.00-16.00 WIB, Sabtu-Minggu sampai 15.00 WIB. Senin dan Libur Nasional Tutup

Museum Location

Jl. Alun-alun Timur No. 8, Rangkasbitung, Lebak, Banten.