Deskripsi
Max Havelaar terjemahan pertama bahasa Inggris, diterbitkan oleh Edmonston & Douglas di Edinburgh pada 1868. Sampul buku berjenis hardcover dengan lapisan kulit sintetis, berwarna coklat, dan tanpa ilustrasi. Pada punggung buku terdapat informasi judul (MAX HAVELAAR or the Coffe Auctions of the Dutch Trading Company), penulis, kota dan penerbit.
Edisi Max Havelaar bahasa Inggris diterjemahkan oleh Baron Alphonse Nahuys dengan jumlah halaman xii + 411. Dalam edisi ini terdapat lampiran peta Hindia-Belanda dan Pulau Jawa.
Detail Koleksi
- No. Inventaris
- Tanggal Inventaris
- No. Registrasi
- Tanggal Registrasi
- Sejarah Benda
- Tempat Pembuatan
- Tempat Diperoleh
K.07.199.R.S/INV.2023
11 Maret 2023
MM.FLG.2023.199
11 Maret 2018
Terjemahan pertama Max Havelaar ke dalam bahasa Inggris tahun 1868 oleh Baron Alphonse Nahuys adalah titik penting dalam penyebaran kritik kolonialisme Hindia-Belanda ke dunia berbahasa Inggris. Dengan gaya formal dan literer (mengikuti konvensi prosa Inggris abad ke-19), terjemahan ini mempertahankan struktur bab asli, termasuk Preface, Dedication, Motto, dan bab-bab naratif dari perspektif Batavus Droogstoppel dan Max Havelaar.
Nahuys menerjemahkan teks dari manuskrip cadangan Multatuli, bukan dari edisi Van Lennep. Agen yang memegang hak cipta Max Havelaar itu menurut Nahuys menghilangkan tanggal dan nama yang benar dalam cetakan Belanda pertama (dua edisi pada 1860). Ia memilih manuskrip cadangan karena mementingkan autentisitas sumber pertama. Terjemahannya ini sangat dipengaruhi oleh keyakinannya bahwa roman tersebut adalah catatan biografi Dekker. Dalam pengantarnya pada edisi Inggris ini, Nahuys mengatakan bahwa Max Havelaar membuktikan hal lain dari sebelumnya yang ditulis dalam novel Uncle Tom’s Cabin karya Harriet B. Stowe tentang kekejaman yang dilakukan terhadap budak di Amerika—dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang terjadi setiap hari di Hindia-Belanda.
Koleksi ini merupakan hibah dari Multatuli Huis (Museum Multatuli di Amsterdam); didapat ketika kepala Museum Multatuli Lebak, Ubaidilah Muchtar melakukan kunjungan ke Belanda dalam rangka penguatan kapasitas pengelola Museum—yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Maret 2022. Dalam lawatannya ke Belanda itu, kepala Museum Multatuli Lebak menyempatkan berkunjung ke Museum Multatuli Amsterdam, dan secara tidak terduga lembaga tersebut menghibahkan novel Max Havelaar 1868. Buku ini pada akhirnya dibawa ke Indonesia.
Koleksi ini juga pernah dipamerkan dalam ekshibisi “Growing Kopi, Drinking Qahwa: Stories of Coffee in Qatar and Indonesia” di Museum Nasional Qatar pada 23 Oktober 2023 hingga 1 Mei 2024; merupakan bagian dari expo Qatar-Indonesia Years Culture tahun 2023. Secara detail, pameran tersebut mencoba menelusuri sejarah budidaya, perdagangan, dan tradisi minum kopi di seluruh dunia, dengan fokus pada budaya kopi tradisional dan kontemporer antara Qatar dan Indonesia.
Edinburgh, Inggris
Amsterdam, Belanda
- Tahun Masa/Periode
- Tahun Dibuat
- Pembuat
- Cara Diperoleh
- Taksiran Harga
- Ukuran (cm)
Abad ke-19
1868
Multatuli (penulis); Baron Alphonse Nahuys (penerjemah); Edmonston & Douglas (penerbit)
Hibah
USD 5.000
P: 15,6 L: 21,9 Tb: 3,8
- Bahan
- Status Cagar Budaya
- Klasifikasi
- Keaslian
- Kondisi Benda
- Lokasi Benda
Kertas
Bukan cagar budaya
Filologika
Asli
Utuh, berjamur, sampul sobek
Storage