Deskripsi
Koin pecahan 2,5 sen ini dikeluarkan pada 1857, semasa Tanam Paksa. Berbahan tembaga dengan pinggiran halus (tanpa gerigi), sisi depan menampilkan ornamen lambang Kerajaan Belanda (singa bersenjata dalam perisai mahkota), dikelilingi tulisan “Nederlandsch Indie”, tahun emisi 1857, dan nominal nilai 2½ cent. Sedangkan sisi belakang terdapat nominal 2½ di bagian tengah, serta dikelilingi aksara Arab-Melayu dan Jawa tertulis “Dua setengah sen Rupiah”.
Detail Koleksi
- No. Inventaris
- Tanggal Inventaris
- No. Registrasi
- Tanggal Registrasi
- Sejarah Benda
- Tempat Pembuatan
- Tempat Diperoleh
K.05.19.R.03/INV.2018
21 Desember 2018
MM.NMS.2018.001.19
12 Juni 2018
Koin ini digunakan sebagai alat tukar resmi di Hindia-Belanda pada masa Tanam Paksa dan bagian dari sistem desimal yang diperkenalkan setelah reformasi moneter Belanda tahun 1816. Karena ukurannya lebih besar, koin ini lebih tahan lama dan sering disebut “benggol” oleh masyarakat saat itu.
Koin 2,5 cent diproduksi oleh Koninklijke Nederlandsche Munt (Royal Dutch Mint), yang saat itu berlokasi di Utrecht, Belanda (di bawah pemerintahan Raja Willem III). Institusi ini bertanggung jawab atas percetakan resmi mata uang untuk Kerajaan Belanda dan wilayah koloninya, termasuk Hindia-Belanda. Selain itu, koin ini juga merupakan bagian dari kebijakan moneter terpusat, di mana pencetakan dilakukan di Belanda dan distribusi dilakukan ke wilayah koloni. Tidak ada fasilitas pencetakan koin resmi di Hindia-Belanda pada masa itu—semua koin resmi berasal dari Belanda.
Mata uang kertas dan koin ketika pemerintahan Hindia-Belanda sudah mapan dikeluarkan dengan tujuan menggantikan sistem VOC sebelumnya yang masih menggunakan mata uang campuran (real Spanyol, duit VOC, dll,), mendukung transaksi kecil, dan menstandarkan sistem desimal: 1 gulden= 100 cent, sehingga 2,5 cent menjadi pecahan kecil yang praktis.
Meskipun koin ini dicetak pada masa puncak Tanam Paksa (1830-1870 di Jawa), ia tetap erat kaitannya dengan sistem ekonomi kolonial yang dibentuk berdasarkan perluasan ekonomi tunai. Tanam Paksa mendorong produksi komoditas ekspor (gula, kopi, nila, dll.) yang dijual ke pasar dunia. Sebagian hasilnya dibayarkan kepada petani dalam bentuk uang tunai, sehingga kebutuhan akan mata uang kecil meningkat. Koin pecahan kecil juga menjadi bagian dari strategi monetisasi ekonomi desa, agar rakyat terbiasa dengan sistem Belanda.
Terakhir, penggunaan aksara Arab-Melayu dan Jawa di sisi belakang koin menunjukkan upaya simbolik untuk menjangkau rakyat lokal, namun tetap dalam kerangka kekuasaan kolonial; dan menjadi bagian alat propaganda ekonomi yang memperlihatkan dominasi Belanda dalam aspek sehari-hari masyarakat.
Utrecht, Belanda
–
- Tahun Masa/Periode
- Tahun Dibuat
- Pembuat
- Cara Diperoleh
- Taksiran Harga
- Ukuran (mm)
Abad ke-19/Pemerintahan Hindia-Belanda
1857
Koninklijke Nederlandsche Munt (Royal Dutch Mint)
Pengadaan
–
D: 30 Tb: 2 B: 10 gr
- Bahan
- Status Cagar Budaya
- Klasifikasi
- Keaslian
- Kondisi Benda
- Lokasi Benda
Logam tembaga
Bukan cagar budaya
Numismatika
Asli
Utuh, korosi
Ruang Pamer Tetap 3