Pakaian Bupati Lebak

Deskripsi

Replika satu set pakaian bupati Lebak berdasarkan foto RTA Karta Natanegara. Bagian atasan terdiri dari 3 lapis pakaian, yakni jaket/jas berbahan beludru dan berwarna dasar hitam dengan hiasan emas di pinggirannya; rompi bergaris dengan aksen metalik hitam-emas di bagian tengah; dan kemeja putih berbahan kain katun di bagian dalam. Sedangkan bagian bawah atau celana, berbahan kain batik bermotif flora dan geometris dengan warna kecokelatan. Penutup kepala atau songkok menjadi pelengkap, berbahan sama seperti rompi dengan aksen warna hitam-emas.

Pakaian ini biasa digunakan bupati dalam acara resmi atau kenegaraan, seperti pelantikan, pertemuan dengan pejabat kolonial, dan lainnya.

Detail Koleksi

K.04.60.R.06/INV.2018

21 Desember 2018

MM.ETN.2018.001.60

12 November 2018

Bila dilihat dari pemaknaan, warna hitam yang dominan di bagian atas pakaian ini melambangkan kewibawaan dan otoritas, sementara hiasan emas menunjukkan status tinggi dan legitimasi kekuasaan. Di samping itu, bahan beludru merupakan material mewah yang sering diasosiasikan dengan bangsawan, dan kilau logam memperkuat kesan sakral dan formal.

Garis-garis vertikal pada rompi memberi kesan struktur dan keteraturan, mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang tertib. Aksen metalik menambah tafsiran pengaruh modernitas atau adaptasi estetika kolonial yang masuk melalui perdagangan tekstil. Selain itu, kain batik pada bagian bawah dengan motif flora mengacu pada hubungan dengan alam dan kesuburan tanah, yang sangat penting dalam kosmologi lokal dan legitimasi kekuasaan agraris.

Pakaian bupati semacam ini bukan sekedar busana, melainkan artefak politik; ia mengandung narasi tentang bagaimana elite lokal menegosiasikan identitas di tengah tekanan kolonial. Elemen hiasan logam yang dicirikan dengan warna emas, bisa dibaca sebagai bentuk kemakmuran dan asimilasi simbolik, di mana bupati tampil sebagai perantara antara kekuasaan lokal dan kolonial. Selain itu dalam praktik kuratorial, pakaian ini bisa diposisikan sebagai titik masuk untuk membahas relasi kuasa, estetika lokal, dan strategi representasi elite bumiputera.

Rangkasbitung

Rangkasbitung

 Abad ke-19 M

2018

Pengadaan

L: 56 T: 149,3

Beludru, katun, kain batik

Bukan cagar budaya

Etnografika

Replika

Utuh, baik

Ruang Pamer Tetap 6

Tags:
Jam Kunjungan

08.00-16.00 WIB, Sabtu-Minggu sampai 15.00 WIB. Senin dan Libur Nasional Tutup

Museum Location

Jl. Alun-alun Timur No. 8, Rangkasbitung, Lebak, Banten.