Koin Tiongkok Era Dinasti Song Utara (260)

Deskripsi

Koin ini merupakan tinggalan dari Kekaisaran Tiongkok, tepatnya dibuat pada masa Dinasti Song Utara (960 M – 1126 M), dan biasa disebut picis atau kepeng. Berbentuk bulat pipih, terdapat lubang (hao) berbentuk persegi pada bagian tengah, serta berbahan campuran besi dan perunggu.

Dalam dunia numismatik, koin ini bertipe Songyuan Tongbao berdasarkan inskripsi 4 legenda di bagian depannya (宋元通寶, dibaca dari atas ke bawah, kanan lalu ke kiri), yang memiliki makna mata uang dari awal Dinasti Song”. Di samping itu, bagian belakang (pien)  dari koin ini tidak memuat informasi apa pun, tetapi terdapat tanda bulatan titik (dot) di salah satu sisinya.

Detail Koleksi

K.05.260.R.S/INV.2025

3 November 2025

MM.NMS.2025.260

3 November 2025

Koin kuno Songyuan Tongbao diedarkan pada masa Song Utara (960 M – 1126 M), diproduksi sekitar tahun 960 M hingga 976 M di bawah Kaisar Taizu—pendiri Dinasti Song Utara. Dikeluarkannya koin ini merupakan bagian dari reformasi moneter awal Song, menggantikan sistem Tang dan menandai transisi politik serta administratif. Dikarenakan pada masa awal ini terjadi kelangkaan tembaga, koin diproduksi menggunakan bahan besi campuran perunggu di wilayah Sichuan (Yazhou). Meskipun terdapat dekret yang melarang pencetakan lebih banyak pada 961, produksi berlanjut secara terbatas hingga sekitar tahun 976 M.

Berbeda dengan periode sebelumnya yang menggunakan nama era, Kaisar Taizu menggunakan gelar dinasti Songyuan pada inskripsi di dalam koinnya untuk menandai awal pemerintahannya. Selain itu, berdasarkan informasi dari web Numista (1 Cash – Songyuan (Tongbao; with dot) – Empire of China – Numista), aksara yang digunakan pada koin ini adalah Mandarin tradisional dengan gaya kaligrafi skrip klerikal atau tulisan persegi (li shu). Aksara ini merupakan penyederhanaan dan standarisasi dari aksara segel yang lebih tua (seal script), dengan struktur yang lebih lurus, lebih datar, dan lebar—seringkali dengan ciri khas seperti “kepala ulat sutra dan ekor burung layang-layang”.

Koin Tiongkok telah beredar di Banten sejak komunitas Tionghoa turut berdagang di pelabuhan Banten. Orang-orang Banten zaman dahulu menyebut koin Tiongkok dengan sebutan picis. Di samping itu, lubang di tengah memungkinkan koin dirangkai menjadi untaian, dan dihitung nilainya berdasarkan ikatan tali dengan jumlah tertentu; 1 atak sama dengan 200 picis, 1 bungkus nilainya sama dengan 10.000 picis, dan 1 keti sama dengan 100.000 picis.

Koleksi ini merupakan hibah dari Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama pada 2024. Berdasarkan keterangan penghibah, objek ini ditemukan saat ekskavasi dari berbagai lapisan tanah di sekitar kompleks keraton, masjid, dan kanal di Situs Banten lama, maupun temuan oleh masyarakat sekitar. Dari temuan ini, menjadi bukti bahwa wilayah Banten menjadi salah satu tempat kosmopolis dan pusat perdagangan global yang menjalin relasi dengan Tiongkok.

Tiongkok

Situs Banten Lama

Abad ke-10 M
(Dinasti Song Utara, Kaisar Taizu)

960 M – 976 M

Kekaisaran Tiongkok

Hibah

D: 24 Tb: 1 B: 4 gr

Besi, perunggu

Bukan cagar budaya

Numismatika

Asli

Korosi, patina, kotor tanah

Storage

Publikasi terkait Koleksi:
Tags:
Jam Kunjungan

08.00-16.00 WIB, Sabtu-Minggu sampai 15.00 WIB. Senin dan Libur Nasional Tutup

Museum Location

Jl. Alun-alun Timur No. 8, Rangkasbitung, Lebak, Banten.