Koin 10 Sen Rupiah 1954

Deskripsi

Koin pecahan 10 sen Rupiah tahun emisi 1954, dikeluarkan oleh Republik Indonesia sebagai bagian dari seri mata uang kecil pasca-kemerdekaan. Koin ini berbahan aluminium dengan pinggiran bergerigi; sisi depan terdapat lambang Garuda Pancasila dan aksara Arab bertuliskan “Indonesia” (إندونيسيا); sedangkan sisi belakang terdapat nominal nilai uang (10 sen), tulisan Indonesia dan tahun emisi dalam bentuk melingkar, serta 4 gambar bunga sebagai pembatas tulisan (separator). Selain itu pada sisi belakang juga, di bagian bawah tulisan 10 sen, terdapat dua tanda (mark) kecil, yaitu logo Koninklijke Nederlandse Munt sebagai lembaga yang mencetak uang, dan logo J.W.A. van Hengel, yang saat itu diketahui sebagai kepala KNM.

Detail Koleksi

K.05.218.R.S/INV.2025

29 Oktober 2025

MM.NMS.2024.218

4 Desember 2024

Koin ini diterbitkan dalam masa transisi ekonomi Indonesia pasca-kemerdekaan, ketika pemerintah mulai menata sistem moneter nasional. Nilai 10 sen saat itu digunakan untuk transaksi kecil di pasar, seperti membeli makanan atau kebutuhan harian.

Koin pecahan 10 sen dicetak sebanyak 50 juta keping untuk tahun emisi 1954 oleh Koninklijke Nederlandse Munt (Royal Dutch Mint) di Utrecht, Belanda. Lembaga ini sudah mencetak uang sejak abad ke-19 untuk diedarkan di wilayah Hindia-Belanda. Karena belum adanya fasilitas pencetakan uang (khususnya koin) di Indonesia setelah kemerdekaan, Pemerintah Republik masih memanfaatkan lembaga tersebut dalam pencetakan uang. Di samping itu, berdasarkan informasi dari web Numista (10 Sen – Indonesia (1949-date) – Numista), untuk tahun emisi 1951 koin ini dicetak di Utrecht, sedangkan tahun emisi 1954 dicetak di Jakarta.

Tahun 1954 merupakan masa konsolidasi ekonomi Indonesia setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada 1949. Pemerintah Indonesia mulai menerbitkan uang logam dan kertas. Meskipun masih mengandalkan lembaga Belanda dalam pencetakan uang, tetapi secara desain bisa dibilang nasionalis, seperti tulisan “Republik Indonesia” dan beberapa ornamen yang mencirikan keindonesiaan. Mengenai hal ini, orang yang mendesain koin pecahan 10 sen adalah A. de Bruin (depan) dan Ludwig Oswald Wenckebach (belakang). Ludwig merupakan berkebangsaan Belanda, seorang pematung, pelukis, serta pendesain medali dan koin baik yang dikeluarkan oleh Kerajaan Belanda maupun Republik Indonesia. Berdasarkan web Numista, ia setidaknya mendesain 34 koin.

Koleksi ini merupakan hibah dari Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama pada 2024. Berdasarkan keterangan penghibah, koin ini ditemukan oleh masyarakat di sekitar Banten Lama pada tahun 2014. Kemungkinan besar koin ini dimanfaatkan oleh peziarah yang berkunjung ke daerah tersebut.

Jakarta

Situs Banten Lama

Abad ke-20 M

1954

Koninklijke Nederlandse Munt (pencetak); Republik Indonesia

Hibah

IDR 3.900 – 15.000

D: 23 Tb: 1,5 B: 2 gr

Aluminium

Bukan cagar budaya

Numismatika

Asli

Kotor, pocel

Storage

Tags:
Jam Kunjungan

08.00-16.00 WIB, Sabtu-Minggu sampai 15.00 WIB. Senin dan Libur Nasional Tutup

Museum Location

Jl. Alun-alun Timur No. 8, Rangkasbitung, Lebak, Banten.