

Deskripsi
Koin ini merupakan tinggalan dari Kekaisaran Tiongkok, tepatnya dibuat pada masa Dinasti Song Utara (960 M – 1126 M), dan biasa disebut picis atau kepeng. Berbentuk bulat pipih, terdapat lubang (hao) berbentuk persegi pada bagian tengah, serta berbahan campuran besi dan perunggu.
Dalam dunia numismatik, koin ini bertipe Daguan Tongbao berdasarkan inskripsi 4 legenda di bagian depannya: 大 (Dà), 觀 (Guān), 通 (Tōng) 寶 (Bǎo), dibaca dari atas ke bawah, lalu kanan ke kiri, yang memiliki makna “Harta/mata uang diedarkan era Daguan”. Di samping itu, bagian belakang (pien) dari koin ini tidak memuat informasi apa pun.
Detail Koleksi
- No. Inventaris
- Tanggal Inventaris
- No. Registrasi
- Tanggal Registrasi
- Sejarah Benda
- Tempat Pembuatan
- Tempat Diperoleh
K.05.281.R.S/INV.2025
5 November 2025
MM.NMS.2025.281
5 November 2025
Koin kuno Daguan Tongbao diedarkan pada masa Dinasti Song Utara (960 M – 1126 M), diproduksi sekitar tahun 1107-1110 di bawah Kaisar Huizong—memerintah dari 1100-1125. Era Daguan adalah periode singkat namun sangat simbolik dalam pemerintahan Kaisar Huizong, yang mencerminkan puncak estetika kekaisaran, spiritualitas Taois, dan ambisi budaya yang justru mengabaikan krisis politik dan militer yang sedang berkembang saat itu. Era ini dimulai pada tahun ke-7 pemerintahannya, menggantikan era Chongning. Nama Daguan memiliki makna “Pengamatan Agung” atau “Visi Besar”, mencerminkan aspirasi spiritual dan artistik Huizong terhadap tatanan kosmik dan estetika pemerintahan.
Sebagai kaisar yang dikenal sebagai pelindung seni dan kaligrafi, Huizong menciptakan sendiri gaya kaligrafi Slender Gold Script (Shòu jīn tǐ 瘦金體) dengan ciri khas garis tipis, elegan, dan memanjang. Teknik ini menuntut kontrol dan presisi yang luar biasa saat menulis, menjadikan setiap goresan sebuah karya seni yang dibuat dengan sangat teliti. Hal ini tercermin dalam gaya legenda dalam koin Daguan Tongbao, menjadi satu-satunya koin resmi yang menggunakan gaya ini secara konsisten.
Koin Tiongkok telah beredar di Banten sejak komunitas Tionghoa turut berdagang di pelabuhan Banten. Orang-orang Banten zaman dahulu menyebut koin Tiongkok dengan sebutan picis. Di samping itu, lubang di tengah memungkinkan koin dirangkai menjadi untaian, dan dihitung nilainya berdasarkan ikatan tali dengan jumlah tertentu; 1 atak sama dengan 200 picis, 1 bungkus nilainya sama dengan 10.000 picis, dan 1 keti sama dengan 100.000 picis.
Koleksi ini merupakan hibah dari Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama pada 2024. Berdasarkan keterangan penghibah, objek ini ditemukan saat ekskavasi dari berbagai lapisan tanah di sekitar kompleks keraton, masjid, dan kanal di Situs Banten lama, maupun temuan oleh masyarakat sekitar. Dari temuan ini, menjadi bukti bahwa wilayah Banten menjadi salah satu tempat kosmopolis dan pusat perdagangan global yang menjalin relasi dengan Tiongkok.
Tiongkok
Situs Banten Lama
- Tahun Masa/Periode
- Tahun Dibuat
- Pembuat
- Cara Diperoleh
- Taksiran Harga
- Ukuran (mm)
Abad ke-12 M
(Dinasti Song Utara, Kaisar Huizong)
1107 M – 1110 M
Kekaisaran Tiongkok
Hibah
IDR 44.000
D: 24 Tb: 1,2 B: 4 gr
- Bahan
- Status Cagar Budaya
- Klasifikasi
- Keaslian
- Kondisi Benda
- Lokasi Benda
Perunggu
Bukan cagar budaya
Numismatika
Asli
Korosi, patina, kotor tanah
Storage