Deskripsi
Kain berbahan lomar yang dibentuk menjadi ikat kepala khas orang Sunda (udeng). Udeng dengan warna biru-hitam biasa digunakan oleh masyarakat adat Kanekes yang tinggal di kampung panamping (wilayah Baduy Luar). Bermotif haring atau Tapak Kebo dengan teknik pembuatan batik cap, bergambar dua sayap terbuka serta bunga.
Detail Koleksi
- No. Inventaris
- Tanggal Inventaris
- No. Registrasi
- Tanggal Registrasi
- Sejarah Benda
- Tempat Pembuatan
- Tempat Diperoleh
K.04.10.R.03/INV.2018
21 Desember 2018
MM.ETN.2018.001.10
12 April 2018
Berbeda dengan masyarakat ada Kanekes yang tinggal di wilayah dalam, orang-orang Kanekes di wilayah luar (kampung-kampung panamping) menggunakan udeng berwarna dan bermotif sebagai penanda keterbukaan terhadap pengaruh luar, namun tetap dalam batas adat. Hal itu terlihat dari penggunaan motif pada ikat kepala ini, yaitu tapak kebo, yang bukan diciptakan oleh orang Kanekes panamping, tapi replikasi dari motif batik yang berasal dari Cirebon; menjadikannya representasi nilai-nilai lokal yang beradaptasi dengan modernitas secara selektif.
Penempatan objek ini di ruang 3 Museum Multatuli (Penerapan Sistem Kolonial), bertujuan untuk memperlihatkan bahwa udeng menjadi penyeimbang narasi kolonial; bahwa di tengah sistem Tanam Paksa dan eksploitasi, ada komunitas yang tetap mempertahankan otonomi budaya dan spiritualitasnya. Terlebih juga untuk memperlihatkan perbedaan antara orang Kanekes yang berasal dari dalam dan luar; memahami perbedaan antara resistensi total dan adaptasi selektif.
Rangkasbitung
Rangkasbitung
- Tahun Masa/Periode
- Tahun Dibuat
- Pembuat
- Cara Diperoleh
- Taksiran Harga
- Ukuran (cm)
Abad ke-21
2017
–
Pengadaan
–
T: 15 D: 18
- Bahan
- Status Cagar Budaya
- Klasifikasi
- Keaslian
- Kondisi Benda
- Lokasi Benda
Kain lomar
Bukan cagar budaya
Etnografika
Asli
Utuh, baik
Ruang Pamer Tetap 3