BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Museum Multatuli - ECPv6.15.11//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://museummultatuli.id
X-WR-CALDESC:Events for Museum Multatuli
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20240101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Krasnoyarsk
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:+07
DTSTART:20210101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20251025T093000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20251122T113000
DTSTAMP:20260510T174337
CREATED:20251023T042024Z
LAST-MODIFIED:20251023T042412Z
UID:11812-1761384600-1763811000@museummultatuli.id
SUMMARY:Belajar Jurnalisme di Museum Multatuli (3M)
DESCRIPTION:Kursus ini dirancang untuk anak muda\, kisaran 18-20 tahun\, dilakukan lima pertemuan\, setiap hari Sabtu\, pukul 09.30-11.30 di Museum Multatuli\, Rangkasbitung. \nPesertanya\, mereka yang ingin belajar jurnalisme –belajar wawancara\, belajar riset dan belajar verifikasi—agar bisa menulis pendek. Pekerjaan rumah termasuk riset\, wawancara\, liputan di lapangan\, serta bikin profil. \nPengampunya\, Andreas Harsono\, seorang wartawan\, peneliti dan pembela hak asasi manusia\, menulis beberapa buku dan laporan panjang\, alumnus Nieman Fellowship on Journalism\, Universitas Harvard (1999). Dia terbiasa menulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia. \nBeberapa karyanya termasuk Jurnalisme Sastrawi (2008)\, “Agama” Saya Adalah Jurnalisme (2011)\, Race\, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Soeharto Indonesia (2019)\, “I Wanted to Run Away”: Abusive Dress Codes for Women and Girls in Indonesia (2021). \n  \nSILABUS \nSESI 1 – ELEMEN JURNALISME (25 Oktober 2025) \nPerkenalan\, pembicaraan silabus dan membahas “Sepuluh Elemen Jurnalisme” dari Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. \nBacaan: “Sembilan Elemen Jurnalisme” dan “Internet\, verifikasi\, jurnalisme dan demokrasi: Elemen kesepuluh dalam Jurnalisme” \n  \nSESI 2 – TEKNIK WAWANCARA (1 November 2025) \nTeknik wawancara dengan melihat teknik-teknik yang dikembangkan oleh International Center for Journalists. Peserta melakukan praktik wawancara di depan kelas. \nBacaan: ”Ten Tips For Better Interview” \nPekerjaan rumah: Wawancarailah seseorang lalu buatlah satu deskripsi pendek\, sekitar 200-500 kata. Gali tentang suka dan duka orang tersebut. Cari hal yang memancing emosi dari kehidupan sumber sobat. Ia akan dibacakan depan kelas minggu depan. Mohon dibuatkan fotokopi sesuai jumlah peserta. \n  \nSESI 3 – PERKAKAS MENULIS (8 November 2025) \nTak ada hukum dalam menulis. Namun menulis punya perkakas\, tepatnya 50 buah\, belakangan jadi 55\, terbagi dalam empat bagian besar\, menurut Roy Peter Clark dari Poynter Institute \nBacaan: Bila biasa\, atau sedang belajar menulis dalam bahasa Inggris\, milikilah buku Writing Tools karya Clark. http://groups.poynter.org/members/?id=4570188 \nPekerjaan rumah: Pakai Google dan risetlah soal mengapa rata kiri lebih baik buat mata daripada rata kiri-kanan. Lanjutan dari pekerjaan rumah lalu. Pekerjaan rumah akan difotokopi sesuai kebutuhan kelas agar setiap peserta mendapatkan selembar. Ia akan dibacakan depan kelas. \n  \nSESI 4 – PIRAMIDA TERBALIK (15 November 2025)\nPiramida terbalik adalah struktur tulisan yang paling biasa dipakai buat menulis berita. Setiap wartawan pasti dilatih menulis dengan model piramida terbalik. Ia juga dipakai dalam siaran pers. Kuncinya\, 5W 1H (what\, where\, who\, when\, why\, how). \nBacaan: Menulis Siaran Pers dengan Piramida Terbalik \nPekerjaan rumah: Buatlah sebuah berita atau siaran pers soal Museum Multatuli. Buat riset soal apa yang menarik diberikan dari museum ini. Ia akan dibacakan minggu depan dalam kelas. \n  \nSESI 5 – FEATURE (22 November 2025)\nFeature dimulai oleh sebuah alinea yang memancing rasa ingin tahu pembaca. Lalu ibarat kail\, ia mengiming-imingi si ikan (pembaca) untuk terus mengejar mata kail. Ada bagian yang penting –termasuk statistik\, teori\, argumentasi— yang mungkin kurang enak dibaca\, ditaruh di bagian tengah. Ia diakhiri dengan upaya menjawab rasa ingin tahu tersebut di ekor feature. \nBacaan: “The Death of Sukardal” karya Goenawan Mohamad\, “Feature: Ibarat Menggoreng Telur Mata Sapi” karya Andreas Harsono \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n  \n 
URL:https://museummultatuli.id/event/belajar-jurnalisme-di-museum-multatuli-3m/
LOCATION:Pendopo Museum Multatuli\, Jl. Alun-alun Timur No. 8\, Rangkasbitung\,\, Kab. Lebak\, Banten\, 42312\, Indonesia
CATEGORIES:Program Publik
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://museummultatuli.id/wp-content/uploads/2025/10/Poster-3M-2025.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250919T140000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250921T210000
DTSTAMP:20260510T174337
CREATED:20250909T124150Z
LAST-MODIFIED:20250911T191730Z
UID:9393-1758290400-1758488400@museummultatuli.id
SUMMARY:Festival Seni Multatuli 2025
DESCRIPTION:Yayasan Festival Seni Multatuli bekerja sama dengan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi X dari Dapil Banten 1 (Bonnie Triyana)\, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia\, dan Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar Festival Seni Multatuli (FSM) 2025. Festival Seni Multatuli 2025 adalah sebuah perayaan seni\, budaya\, dan pemikiran yang hadir sejak 2018 konsisten menjadi ruang pertemuan masyarakat di Rangkasbitung. Tahun ini FSM mengusung tema “Orang-Orang Baru dari Banten” sebagai penegasan komitmen untuk merawat ingatan sejarah\, membuka ruang bagi gagasan\, sekaligus memperluas partisipasi generasi muda dalam kerja-kerja kebudayaan. \n\n		\n		\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n		\n\nFSM akan berlangsung selama tiga hari\, Jumat-Minggu\,  19–21 September 2025 dengan rangkaian acara yang menghadirkan pameran UMKM\, kolaborasi seni\, musik\, teater\, film\, simposium\, hingga wisata kota. Pada hari pertama (Jumat\, 19 September 2025)\, festival dibuka dengan prosesi Ngarengkong\, tradisi memanggul padi hasil panen yang melibatkan 300 orang dari Kasepuhan Banten Kidul. Prosesi ini berlanjut ke panggung utama dengan pertunjukan seni tradisi Calung Renteng\, serta pembukaan resmi festival melalui Rajah Bubuka dan Kacapi Suling. Sejumlah tokoh akan memberikan sambutan\, di antaranya Bonnie Triyana sebagai Dewan Pembina Yayasan FSM dan Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya selaku Bupati Lebak. Malam pembukaan turut dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Butet Kartaredjasa yang berkolaborasi dengan aktor muda Banten\, Irma Maulani\, serta pertunjukan seni tradisi Koromong Baduy. \n\n		\n		\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n		\n\nHari kedua (Sabtu\, 20 September 2025)\, dibuka dengan Simposium “Sastra Hindia Belanda dan Kita” yang berlangsung di Aula Multatuli Setda Lebak dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Iksaka Banu\, Dr. Sunu Wasono\, M.Hum. dari Universitas Indonesia\, Rhomadya Alfa Aimah\, M.A. dari Universitas Gajah Mada\, serta Dr. Sastri Sunarti\, M.Hum. dari BRIN\, dengan moderator Hamzah Muhammad Al Ghozi. Sesi kedua menghadirkan Dr. Sudarmoko\, M.A. dari Universitas Andalas\, penulis Anindita S. Thayf\, dan Dr. Hawe Setiawan dari Universitas Pasundan\, dengan moderator Mushab Abdu Asy Syahid dari Untirta. Malam harinya\, publik akan disuguhi pertunjukan musik Buhunna Sora\, kolaborasi Once Mekel dengan paduan suara siswa SMP\, SMA\, dan SMK se-Rangkasbitung\, serta suasana artistik khas FSM di panggung utama. \n\n		\n		\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n			\n				\n			\n		\n\nHari ketiga (Minggu\, 21 September 2025) menghadirkan Telusur Jejak Multatuli yang membawa peserta berkeliling kota Rangkasbitung untuk menapaktilasi sejarah kolonial dan literasi\, serta workshop daur ulang kertas Surat Sobek di area Patung Multatuli. Siang harinya\, di Pendopo Museum Multatuli\, diskusi “Orang-Orang Baru di Banten” akan menghadirkan Budi Setiyono dari Historia.ID\, Dhianita Kusuma Pertiwi\, penulis dan penerjemah\, serta Mashuri\, S.S.\, M.A. dari BRIN\, dengan moderator Wijaya Winarja dari SMP 3 Warunggunung. Acara dilanjutkan dengan Ceramah Budaya “Agama Urang Sunda” oleh Dr. Aditia Gunawan\, M.A. dari Perpustakaan Nasional RI\, sebelum malam penutupan menghadirkan pementasan teater “Sekali Peristiwa di Banten Selatan” oleh Teater Gates di Pendopo Museum Multatuli\, serta pemutaran film dokumenter “Setelah Multatuli Pergi” karya Arjan Onderdenwinjgaard di area Patung Multatuli. \nFSM 2025 bukan sekadar ruang perayaan seni\, tetapi juga wadah refleksi. Tema “Orang-Orang Baru di Banten” mengajak publik untuk melihat sejarah\, sastra\, dan budaya dengan perspektif baru\, menghadirkan semangat keberlanjutan dalam kerja kebudayaan sekaligus membuka ruang dialog lintas generasi. Kehadiran festival ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Banten\, memperluas jejaring kebudayaan nasional dan internasional\, sekaligus menjadi magnet wisata literasi yang memperkaya pengalaman masyarakat dan meneguhkan Rangkasbitung sebagai kota sejarah dan kebudayaan. \nSeluruh rangkaian kegiatan FSM 2025 akan dilaksanakan di Rangkasbitung\, Kabupaten Lebak\, Provinsi Banten. Beberapa tempat penyelenggaraan di antaranya Aula Multatuli\, Lantai 3 Setda Lebak Banten; Panggung Utama di Jl. Alun-Alun Timur Rangkasbitung; serta penyelenggaraan diskusi\, teater\, ceramah budaya\, dan pemutaran film di Museum Multatuli. \nhttps://museummultatuli.id/wp-content/uploads/2025/09/Generasi-baru-bangkit-membawa-cahaya-Banten-untuk-Indonesia.Festival-Seni-Budaya-2025-x-Semarak.mp4
URL:https://museummultatuli.id/event/festival-seni-multatuli-2025/
LOCATION:Pendopo Museum Multatuli\, Jl. Alun-alun Timur No. 8\, Rangkasbitung\,\, Kab. Lebak\, Banten\, 42312\, Indonesia
CATEGORIES:Festival Seni Multatuli
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://museummultatuli.id/wp-content/uploads/2025/09/Poster-FSM-2025-web.jpg
ORGANIZER;CN="Yayasan Festival Seni Multatuli":MAILTO:festivalsenimultatuli@gmail.com
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20220622T090000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20221116T120000
DTSTAMP:20260510T174337
CREATED:20220726T160214Z
LAST-MODIFIED:20220726T160214Z
UID:6518-1655888400-1668600000@museummultatuli.id
SUMMARY:Temu Pemangku Kepentingan (TPK)
DESCRIPTION:Keberadaan museum di Kabupaten Lebak tidak lepas dari beragam pemangku kepentingan. Sinergi museum dengan para pemangku kepentingan seperti perangkat daerah\, komunitas\, lembaga pendidikan\, sekolah\, kampus akan diwadahi di program ini. Direncanakan dilaksanakan sebanyak 11 kali di 2022.
URL:https://museummultatuli.id/event/temu-pemangku-kepentingan-tpk/
LOCATION:Pendopo Museum Multatuli\, Jl. Alun-alun Timur No. 8\, Rangkasbitung\,\, Kab. Lebak\, Banten\, 42312\, Indonesia
CATEGORIES:Program Publik
ATTACH;FMTTYPE=image/png:https://museummultatuli.id/wp-content/uploads/2022/07/SPADUK-40-×-10-cm-30-×-15-cm-FIX.png
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20220619T090000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20221030T120000
DTSTAMP:20260510T174337
CREATED:20220726T154203Z
LAST-MODIFIED:20220726T154300Z
UID:6513-1655629200-1667131200@museummultatuli.id
SUMMARY:Mendengar\, Menimba\, Mencipta (3M)
DESCRIPTION:Kegiatan untuk menjaring minat generasi muda pada seni dan budaya Lebak. Dilaksanakan di museum sebagai ruang publik masyarakat Lebak. Mendengar\, Menimba\, dan Mencipta akan menghadirkan 4 tema dengan 5 kali pertemuan setiap temanya. Diikuti oleh 20 orang pelajar\, mahasiswa\, dan umum untuk setiap tema. \n 
URL:https://museummultatuli.id/event/mendengar-menimba-mencipta-3m/
LOCATION:Pendopo Museum Multatuli\, Jl. Alun-alun Timur No. 8\, Rangkasbitung\,\, Kab. Lebak\, Banten\, 42312\, Indonesia
CATEGORIES:Program Publik
ATTACH;FMTTYPE=image/png:https://museummultatuli.id/wp-content/uploads/2022/07/Spanduk-3-M-30-×-15-cm.png
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20220617T140000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20221118T160000
DTSTAMP:20260510T174337
CREATED:20220726T135536Z
LAST-MODIFIED:20220726T141901Z
UID:6494-1655474400-1668787200@museummultatuli.id
SUMMARY:Gaul Bareng Komunitas (GBK)
DESCRIPTION:Beragam komunitas mulai dari musik\, tari\, ekraf\, teater\, sastra\, rupa\, dan lainnya akan tampil mengisi ruang di Museum Multatuli. Gaul Bareng Komunitas dilaksanakan sebulan dua kali. Pengisi akan dikurasi dan mendapatkan tempat untuk menampilkan kemampuannya. Gaul Bareng Komunitas diharapkan mampu menjadi media silaturahmi antara komunitas dengan anggota dan masyarakat.
URL:https://museummultatuli.id/event/gaul-bareng-komunitas-gbk/
LOCATION:Area Museum Multatuli\, Jl. Alun-alun Timur No. 8\, Rangkasbitung\,\, Kab. Lebak\, Banten\, 42316\, Indonesia
CATEGORIES:Program Publik
ATTACH;FMTTYPE=image/png:https://museummultatuli.id/wp-content/uploads/2022/07/backdrop-Multatuli.png
END:VEVENT
END:VCALENDAR