Gambar
Akibatnya, Eduard Douwes Dekker ditunjuk sebagai pengawas pemerintah di Natal. Ini adalah salah satu daerah luar dan yang nakal, terletak di pantai barat pulau Sumatera. Selanjutnya, ternyata di bawah kontroler Dekker, sebuah defisit keuangan telah terjadi. Dekker ditegur keras oleh gubernur Sumatera Barat, Michiels umum. Ini tamparan di buku-buku jari meninggalkan Dekkers dengan label "tidak terhormat", banyak untuk kesedihan pribadinya. Ketika Dekkers untuk sementara ditangguhkan dari tugas karena defisit di Natal, dia mengambil pena sebagai balas dendam. Dia menulis drama tersebut: "The Dishonorable Man", yang kemudian diedit sebagai: "The Upstairs Bride, Play in Five Acts". Kalau dilihat kembali, tetap harus dilihat apakah defisit tersebut sebenarnya merupakan tanggung jawab Dekker; dia telah begitu sibuk menghadapi konflik lokal antara penduduk asli dan penakluk Belanda, bahwa dia hampir tidak punya waktu lagi untuk menangani keuangan distrik tersebut. Kemungkinan besar defisit itu bertanggal sebelum kedatangan Dekker. Dalam buku "Max Havelaar" episode ini ditangani secara ekstensif, dan di sana defisit terbukti disebabkan oleh kegagalan pendahulunya untuk memasukkan dana dengan benar untuk pengiriman pasukan pemerintah ke daerah pedalaman Sumatra ke dalam buku akuntansi.
 
Pada akhirnya Michiels, jenderal berpengalaman, yang telah berhasil menekan beberapa pemberontakan asli Indonesia di Sumatera Barat, dinyatakan salah dalam Departemen Akuntansi Umum. Meskipun demikian, Dekkers adalah karyawan junior yang memiliki keberanian untuk menantang atasannya dan dia terpaksa meninggalkan situasi tanpa penundaan lebih lanjut. Setelah menyeimbangkan buku dengan mengembalikan defisit dari kantongnya sendiri Dekkers dimasukkan ke cuti sementara dan dikirim ke pulau Jawa. Ternyata, kejadian ini tidak akan menjadi yang terakhir dalam karir pemerintahan Dekker, juga bukan yang terakhir dalam karirnya sebagai penulis.
 
Diterjemahkan oleh Diederick van Rijsewijk, Ginger Hanssens en Casper Vlek onder leiding van Fieneke Baetens van het Montessori Lyceum Amsterdam